Sejarah Singkat SMA KHZ Musthafa

Meneladani Semangat Perjuangan Pahlawan Nasional K.H. Zainal Musthafa

Nama SMA KHZ Musthafa tentu tidak dapat dilepaskan dari akar sejarah perjuangan Islam dan pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia. Sekolah ini berdiri di bawah naungan kompleks lembaga pendidikan yang berakar dari Pondok Pesantren Sukamanah, Tasikmalaya—sebuah institusi agamis yang didirikan oleh seorang pahlawan nasional besar asal tanah Sunda, K.H. Zainal Musthafa.

1. Akar Perjuangan: Pendirian Pondok Pesantren Sukamanah (1927)

K.H. Zainal Musthafa (yang terlahir dengan nama kecil Hudaemi atau akrab disapa Umri) lahir di Tasikmalaya pada tanggal 1 Januari 1899. Setelah menempuh pengembaraan ilmu di berbagai pesantren terkemuka di Jawa Barat (seperti Pesantren Gunung Pari, Pesantren Cilenga Singaparna, Pesantren Sukaraja Garut, hingga Pesantren Sukamiskin Bandung), beliau kembali ke tanah kelahirannya.

Pada tahun 1927, beliau mendirikan Pondok Pesantren Sukamanah di Kampung Cikembang Girang (yang kini menjadi Desa Sukarapih, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya). Pesantren ini didirikan tidak hanya sebagai pusat pengajaran ilmu agama Islam, tetapi juga sebagai benteng moral dan mental umat dalam melawan kebodohan serta ketertindasan akibat kolonialisme.

2. Sikap Non-Kooperatif dan Peristiwa Berdarah Singaparna (1944)

K.H. Zainal Musthafa dikenal sebagai ulama yang berjiwa revolusioner dan memegang teguh prinsip non-kooperatif terhadap penjajah—baik di era kolonial Hindia Belanda maupun pada masa pendudukan militer Jepang. Beliau dengan tegas menolak kebijakan fasis Jepang yang memaksa rakyat dan umat Islam untuk melakukan Seikerei (membungkuk hormat ke arah matahari terbit), karena dinilai bertentangan dengan akidah Islam.

Keteguhan prinsip tersebut memicu ketegangan hingga pecahnya Peristiwa Pemberontakan Singaparna pada tanggal 25 Februari 1944 (1 Rabiul Awal 1365 H), di mana K.H. Zainal Musthafa bersama para santrinya mengangkat senjata melawan kezaliman tentara Jepang. Beliau bersama para pengikutnya kemudian ditangkap, disiksa, dan gugur sebagai syuhada di tangan pendudukan Jepang.

Atas jasa-jasa, pengorbanan, dan keteladanan patriotiknya, pemerintah Republik Indonesia secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Pergerakan Nasional kepada K.H. Zainal Musthafa melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 064/TK/Tahun 1972 pada tanggal 6 November 1972.

3. Transformasi Menjadi Lembaga Pendidikan Formal (Yayasan KH. Zainal Musthafa)

Semangat perjuangan, kepemimpinan, dan cita-cita luhur K.H. Zainal Musthafa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tidak pernah padam. Setelah masa kemerdekaan, para penerus dan keluarga besar almarhum bersama para ulama pengelola Pesantren Sukamanah bertekad memperluas akses pendidikan umat secara terpadu.

Berdasarkan akta pendirian Yayasan KH. Zainal Musthafa Sukamanah yang terbentuk resmi pada tanggal 17 Agustus 1959, lembaga pendidikan di lingkungan pesantren ini terus dikembangkan. Tidak hanya mempertahankan sistem pendidikan salafiah/diniyah, yayasan ini merintis lembaga pendidikan formal tingkat menengah, termasuk berdirinya SMA KHZ Musthafa.

4. SMA KHZ Musthafa Hari Ini

Berdiri di atas fondasi historis dan spiritual perjuangan seorang Pahlawan Nasional, SMA KHZ Musthafa memposisikan diri sebagai sekolah berbasis Islam terpadu yang memadukan keunggulan ilmu pengetahuan umum (IPTEK), kedalaman nilai-nilai keimanan, serta keteladanan karakter luhur perjuangan bangsa.

Nilai-nilai kepahlawanan, semangat juang, disiplin tinggi, serta visi IDAMAN (Iman, Taqwa, berwawasan IPTEK, berinovatif, disiplin, demokratis, dinamis, berakhlak mulia, antusias, normatif, kreatif, dan unggul dalam prestasi) senantiasa dijiwai dalam setiap denyut nadi kegiatan belajar-mengajar. SMA KHZ Musthafa terus berkomitmen melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, berakhlak mulia, dan siap melanjutkan estafet pembangunan umat serta bangsa Indonesia.